RANGKUMAN BAB 1 BUKU PAKET MENYUSUN DESAIN BRIEF

  










Prolog


Sebuah cerita tentang Iwan yang ditugaskan oleh kantornya untuk memesan desain promosi kantor usaha real estate berupa brosur dan memberikan data-data berupa gambar dan spesifikasi real dan poster. Seketika Iwan mendatangi desainer yang dikenalnya agar pesanannya dapat diselesaikan dalam dua hari, Ketika Iwan estate. Iwan menjelaskan kebutuhannya secara singkat dan meminta menyerahkan hasil brosur dan poster kepada pimpinan kantor, ternyata desainnya tidak sesuai dengan tujuan promosi yang diinginkan pimpinan.

Brosur dan poster tersebut tidak mencerminkan brand real estate, warnanya tidak mencerminkan suasana yang dibangun brand, dan jauh dari target pasar real estate. Hal ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan desainer karena Iwan sebagai perwakilan perusahaan tidak memberikan data yang lengkap terkait konsep desain yaitu sebagai media promosi. Hal ini yang menunjukkan pentingnya komunikasi dan pembuatan brief yang lengkap terkait desain, konsep, dan lainnya sesuai dengan tujuan perusahaan. Bagaimana menyusun brief yang baik dan benar untuk menghindari kesalahan seperti kasus di atas? Simak penjelasan dalam bab berikut dengan saksama

A Membuat Dokumen Desain Brief


1. Definisi Desain Brief


Desain brief adalah dokumen yang berisi detail dari proyek desain yang akan dibuat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pemesan desain. Desain brief ini merupakan hasil konsultasi antara pemesan desain dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam proyek agar desainer dapat menerjemahkan harapan dan fungsi desain. Baik pemesan desain maupun desainer harus saling memahami tujuan ini dengan baik untuk menghasilkan sebuah kesepakatan desain. Desain brief juga harus menjadi alat komunikasi yang efektif bagi siapa saja yang terlibat dalam proyek desain. Brief ini adalah dokumen awal yang digunakan dalam industri desain untuk merinci tujuan, ruang lingkup, persyaratan, dan parameter keberhasilan proyek desain. Desain brief harus memuat deskripsi singkat mengenai proyek, termasuk jenis media yang akan digunakan, misalnya, desain grafis, situs web, logo, lingkup proyek, dan batasan-batasan yang mungkin ada.


2. Tujuan Pembuatan Desain Brief


Desain brief adalah alat yang penting dalam pengembangan proyek desain. Hal ini dapat membantu menyediakan panduan yang jelas kepada desainer, mengurangi ambiguitas, dan memastikan proyek berjalan sesuai dengan harapan klien atau pemangku kepentingan. Selain itu, desain brief membantu memastikan desain memiliki fokus yang tepat dan efektif. Contoh salah satu dari bentuk visualisasi desain brief adalah brond guidelines. Dokumen ini digunakan sebagai panduan bagi perusahaan terkait pemakaian elemen desain yang telah dibuat untuk tujuan tertentu. Berikut tujuan pembuatan suatu desain brief.


a. Membangun kesepahaman antara desainer dan pemesan desain melalui informasi yang lengkap tentang tujuan dan kegunaan desain yang akan dibuat.


b. Mendapatkan referensi yang sesuai dengan tujuan penggunaan desain ataupun branding, seperti warna, style, ilustrasi, dan unsur desain lainnya.

Mendapatkan kesepakatan yang jelas atau solid antara desainer dan pemesan desain untuk menghindari kesalahan desain yang berpotensi membuang waktu ataupun biaya.


d. Sebagai alat evaluasi ketika proses desain telah selesai.


3. Manfaat Desain Brief


Desain brief memiliki segudang manfaat bagi suatu perusahaan, salah satunya untuk koordinasi antardivisi yang terlibat dalam suatu proyek. Dengan adanya dokumen ini, komunikasi antardivisi menjadi lebih mudah dan memiliki tujuan yang jelas terkait akan kelangsungan pengembangan suatu desain. Berikut adalah manfaat-manfaat penerapan desain brief.


a. Menjadi alat komunikasi yang efektif baik antara pemesan desain dan desainer maupun antartim desainer. Tim desain dapat memilih komponen desain yang digunakan melalui instruksi atau gambaran dari brief, tanpa harus konsultasi secara berulang-ulang.


Headline Text


Subtitle Text


Body Text


04


b. Memberikan efektifitas kerja sesuai dengan timeline yang sudah disepakati. Tim desainer akan mampu menerjemahkan proyek dengan tepat sesuai dengan panduan desain brief sehingga masing-masing tim dapat langsung mengeksekusi desainnya dengan tepat dan efisien. Contohnya, desainer akan langsung menentukan gambar ilustrasi atau dekorasi yang sesuai dari brief tersebut atau penggunaan font yang tepat sesuai dengan sasaran atau target audiens desain. Dengan timeline yang ada, desainer akan mampu mengukur batas waktu penyelesaian desain. Contohnya, pembuatan logo harus selesai dalam waktu 3 hari tertentu agar tim motion grafis bisa mulai bekerja. C

c. Memudahkan dalam menentukan tim desain yang akan terlibat dalam proyek desain. Hal ini karena seorang desainer memiliki spesialisasi, seperti ahli dalam motion grafis, logo, ilustrasi, animasi, dan lainnya.

B Penyusunan Desain Brief


Penyusunan desain brief merupakan hal yang krusial untuk dilakukan. Hal tersebut ditujukan untuk menghindari multipersepsi di antara anggota tim yang bekerja pada produk tersebut.


1. Pihak-pihak yang Terlihat dalam Pembuatan Desain Brief


Pembuatan desain brief harus dilakukan oleh orang-orang yang memang memahami tujuan atas pengembangan suatu produk. Mereka biasanya terdiri dari pimpinan divisi, koordiantor, dan tim pengembang. Berikut adalah enam pemangku jabatan yang terlibat dalam pembuatan desain brief.


a. Owner perusahaan


Owner adalah pemilik perusahaan yang ingin bekerja sama dengan desainer dalam pembuatan branding atau desain untuk kepentingan perusahaannya. Berikut adalah peranan owner perusahaan dalam penyusunan desain brief.


1) Menetapkan visi dan tujuan proyek


Owner perusahaan bertanggung jawab menetapkan visi dan tujuan utama dari proyek desain. Mereka harus memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan yang ingin dicapai melalui desain tersebut, serta keyakinan bahwa desain tersebut akan mendukung tujuan bisnis dan strategi perusahaan.


2) Menyediakan informasi dan konteks proyek


Owner perusahaan memiliki pengetahuan mendalam tentang bisnis, pasar, dan pelanggan. Oleh karena itu, mereka harus menyediakan informasi dan konteks yang diperlukan kepada tim desain melalui desain brief. Hal ini termasuk pemahaman tentang target pasar, pesaing, tren industri, dan preferensi brand.


3) Menetapkan kriteria kesuksesan proyek


Owner perusahaan juga harus menetapkan kriteria sukses yang jelas untuk proyek desain. Mereka perlu menjelaskan kepada tim desain perihal indikator keberhasilan proyek dan cara menilai kesuksesan indikator tersebut.


4) Memberikan arahan dan batasan


Owner perusahaan harus memberikan arahan yang jelas kepada tim desain tentang batasan dan kendala yang ada. Hal ini termasuk batasan anggaran, jangka waktu proyek, persyaratan teknis, atau pertimbangan lain yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan desain

5) Memberikan umpan balik dan persetujuan


Selama proses pembuatan desain brief dan tahap-tahap selanjutnya, owner perusahaan harus memberikan umpan balik yang konstruktif kepada tim desain. Mereka juga bertanggung jawab memberikan persetujuan akhir terhadap desain brief sebelum dimulainya proses perancangan secara resmi.


6) Memberikan pemahaman terkait citra perusahaan


Owner perusahaan harus mengomunikasikan permasalahan terkait citra perusahaan kepada tim desain melalui desain brief. Hal ini membantu memastikan bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya estetis, tetapi juga mencerminkan identitas brand dan citra perusahaan.


b. Manajer proyek


Seorang manajer proyek memiliki kewajiban untuk memastikan kelancaran pengerjaan proyek. Mereka akan bertanggung jawab dari aspek SDM (Sumber Daya Manusia) hingga keberhasilan proyek tersebut. Berikut adalah penjabaran tanggung jawab manajer proyek.


1) Pengumpulan informasi terkait proyek


Manajer proyek bertanggung jawab untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber terkait dengan proyek desain. Hal ini mencakup informasi tentang kebutuhan klien, tujuan proyek, target pasar, pesaing, tren industri, dan batasan anggaran serta waktu pengerjaan.


2) Pengoordinasian tim


Manajer proyek harus bekerja sama dengan berbagai tim dan individu yang terlibat dalam proyek desain, termasuk tim desain, tim pemasaran, tim keuangan, dan mungkin juga konsultan eksternal. Mereka memastikan bahwa semua pihak terlibat, saling terhubung dan berkolaborasi secara efektif dalam proses pembuatan desain brief.


3) Pengorganisasian pertemuan


Manajer proyek menjadwalkan dan memfasilitasi pertemuan antara klien dan tim proyek untuk membahas kebutuhan, tujuan, dan persyaratan proyek. Mereka memastikan bahwa semua pihak terlibat hadir dan memberikan masukan yang diperlukan.


4) Pemastian kepatuhan


Manajer proyek memastikan bahwa desain brief mematuhi kebutuhan dan tujuan yang ditetapkan oleh klien serta keterbatasan anggaran dan waktu. Mereka juga

memastikan bahwa desain brief memperhitungkan masukan dari semua pihak terkait dan mencerminkan pemahaman yang jelas tentang proyek.


5) Persetujuan dan distribusi desain brief


Setelah desain brief selesai disusun, manajer proyek memastikan bahwa itu disetujui oleh klien dan semua pihak terkait. Selanjutnya, mereka mendistribusikan desain brief kepada tim desain dan tim proyek lainnya untuk memulai proses perancangan secara resmi.


c. Tim pemasaran


Peran tim pemasaran dalam pembuatan desain brief sangat penting, karena mereka memiliki pemahaman mendalam tentang brand, target audiens, tujuan komunikasi yang ingin dicapai melalui desain, dan batasan dari proyek. Berikut adalah penjabaran terkait tanggung jawab tim pemasaran.


Segmentation


Targeting


Marketing


Approching


Product Price


Customer


Gambar 1.4 Tim pemasaran bertanggung jawab dalam memberikan detail terkait tujuan pemasaran yang ingin dicapai.


1) Menyampaikan informasi tentang brand dan identitas perusahaan


Tim pemasaran menyediakan wawasan tentang merek dan identitas perusahaan kepada tim desain. Mereka menjelaskan nilai-nilai, pesan, dan citra brand yang ingin dipertahankan atau ditingkatkan melalui proyek desain.


2) Mengidentifikasi tujuan pemasaran


Tim pemasaran membantu dalam menetapkan tujuan pemasaran yang ingin dicapai melalui proyek desain yang

dapat berupa meningkatkan kesadaran brand, memperluas basis pelanggan, meningkatkan keterlibatan pelanggan, atau menciptakan diferensiasi dari pesaing.


3) Mengungkapkan kebutuhan pelanggan


Berdasarkan analisis pasar dan pelanggan, tim pemasaran harus menyampaikan kebutuhan dan preferensi pelanggan kepada tim desain. Mereka menjelaskan siapa target pasar utama? Apa yang mereka cari dalam produk atau layanan? Dan bagaimana desain dapat memenuhi atau melebihi harapan mereka?


4) Memberikan wawasan industri dan tren


Tim pemasaran juga memberikan wawasan tentang tren industri terbaru dan perubahan perilaku konsumen yang mungkin memengaruhi desain produk atau promosi. Hal ini membantu memastikan bahwa desain tetap relevan dan up-to-date dalam pasar yang dinamis.


d. Tim keuangan.


Peran tim keuangan dalam pembuatan desain brief mungkin tidak sebesar tim pemasaran. Namun mereka menjadi support system dalam memberikan panduan jelas terkait anggaran dan kebutuhan finansial lainnya. Berikut adalah penjabaran terkait kewajiban tim keuangan.


1) Menetapkan anggaran


Tim keuangan bertanggung jawab menetapkan anggaran biaya untuk proyek desain. Mereka juga memastikan bahwa desain brief mencerminkan ketersediaan dana dan mengatur batasan-batasan yang relevan terkait dengan biaya proyek.


2) Memberikan perspektif finansial


Tim keuangan memberikan perspektif finansial yang penting dalam proses pembuatan desain brief. Mereka dapat mengevaluasi kelayakan finansial dari konsep-konsep desain yang diajukan dan memberikan masukan tentang alternatif yang paling hemat biaya.


3) Menghitung biaya pelaksanaan


Tim keuangan membantu mengidentifikasi biaya-biaya yang terkait dengan pelaksanaan desain yang diusulkan. Hal ini mencakup biaya produksi, material, tenaga kerja, dan biaya tambahan lainnya yang mungkin timbul selama proses pelaksanaan.

e. Tim pengembang desain


Peran tim pengembang desain adalah untuk mengonseptualisasikan dan merumuskan secara konkret terkait ide-ide desain yang akan diimplementasikan dalam proyek. Berikut adalah penjabaran kewajiban tim pengembang desain.


Sumbers dokumen penerbit


Gambar 1.5 Tim pengembang desain memberikan konsep-konsep desain yang dapat menjadi solusi dari permasalahan klien.


1) Menganalisis kebutuhan klien


Tim pengembang desain bertanggung jawab untuk menganalisis kebutuhan dan tujuan yang disampaikan oleh klien atau pemangku kepentingan melalui desain brief. Mereka harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang proyek dan mempertimbangkan semua aspek desain yang relevan.


2) Mengembangkan konsep desain


Berdasarkan desain brief dan informasi yang diberikan, tim pengembang desain akan menciptakan konsep-konsep awal yang dapat memenuhi kebutuhan dan tujuan proyek. Mereka menggabungkan kreativitas dengan pemahaman tentang aspek teknis dan fungsional untuk menghasilkan ide yang inovatif.


3) Menghasilkan solusi desain


Tim pengembang desain bertanggung jawab menghasilkan solusi desain yang konkret dan praktis. Mereka menggunakan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang desain grafis, produk, web, atau interior untuk menciptakan solusi yang memenuhi standar kualitas dan kepuasan klien.

4) Mengintegrasikan pesan brand


merek dan identitas per Tim pengembang desain memastikan bahwa pesan perusahaan tecermin dalam desain yang dihasilkan Mereka bekerja sama dengan tim pemasaran untuk memastikan bahwa desain dapat mendukung strategi pemasaran yang diinginkan.


5) Mengomunikasikan ide


Tim pengembang desain harus mengomunikasikan ide-secara efektif. Mereka dapat menggunakan alat-alat desain ide mereka melalui visualisasi, prototipe, atau presentasi dan teknologi yang sesuai untuk mengomunikasikan konsep-konsep desain dengan jelas kepada klien dan pemangku kepentingan lainnya.


1. Konsultan eksternal


Konsultan eksternal memiliki peran dalam pembuatan desain brief yaitu dengan memberikan pandangan dan saran objektif terkait desain yang ingin dibuat dalam proyek. Berikut adalah penjabaran terkait peran konsultan eksternal,


1) Membantu strategi desain


strategi desain yang efektif dan inovatif. Mereka dapat Konsultan eksternal dapat membantu mengembangkan memberikan ide-ide kreatif dan masukan tentang tren terbaru, ataupun membantu dalam mengeksplorasi pendekatan baru dalam desain.


2) Memberikan perspektif luar


Konsultan eksternal membawa perspektif luar yang berharga ke dalam proses pembuatan desain brief. Mereka dapat membantu tim internal untuk melihat proyek dari sudut pandang yang berbeda dan mendorong pemikiran inovatif.


3) Menghadirkan solusi alternatif


Konsultan eksternal dapat membantu mengidentifikasi solusi alternatif yang mungkin tidak terpikirkan oleh tim internal. Mereka membawa pengalaman dari proyek-proyek sebelumnya dan dapat mengusulkan pendekatan yang berbeda atau teknologi baru yang dapat diterapkan.


2. Elemen-elemen Penting dalam Penyusunan Desain Brief


Setelah memahami pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan desain brief atau praproduksi, Anda juga harus mengetahui tahapan-tahapan yang harus dilalui selama membuat desain brief. Berikut adalah poin-poin penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan desain

Latar belakang proyek


Penjabaran latar belakang dari proyek desain sangat penting sebagai inti dari konsep desain yang dituju. Hal ini berkaitan dengan pihak pemesan desain. Pihak pemesan desain harus menyampaikan dengan jelas identitas, ciri, atau kekhasan yang ingin ditonjolkan. Hal itu bisa dilihat dari nama perusahaan dan lingkup bisnisnya. Selain itu, visi dan misi dari perusahaan merupakan kunci arah desain yang ingin dituju. Hal lainnya adalah branding atau citra yang sudah ada atau akan dibangun dari perusahaan tersebut terhadap sasaran pasarnya. Latar belakang ini juga dilihat dalam bentuk masalah yang dihadapi sebuah produk terkait branding yang dibangun selama ini dan juga pencapaian bisnis dari produk tersebut. Dari latar belakang tersebut, bisa ditentukan tujuan desain, seperti melakukan. branding ulang, mengokohkan kedudukan, dan melebarkan jangkauan.


b. Tujuan atau objektif yang ingin dicapai


Pada tahap ini, desainer harus bisa menggali dengan lengkap yang menjadi tujuan desain. Desain tersebut bisa berupa logo branding, kemasan, media promosi tercetak seperti brosur, atau media promosi digital, seperti media sosial. Dari tujuan yang sudah ditetapkan, dapat ditentukan nama proyek desain yang akan dikerjakan. Beberapa tujuan desain ini adalah sebagai berikut.


1) Melakukan branding produk yang baru akan diluncurkan Untuk tujuan seperti ini, identitas, spesifikasi, keunggulan, dan ciri khas dari produk tersebut harus dijabarkan secara jelas. Produk baru belum memiliki track record penggunaan di masyarakat. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini, diperlukan usaha ekstra yang membuat masyarakat tertarik untuk mencoba produk baru tersebut.


2) Melakukan branding ulang


Hal ini dilakukan ketika akan melakukan perubahan kesan suatu produk yang selama ini sudah dikenal masyarakat, baik produk barang maupun jasa, termasuk sebuah instansi pemerintah dalam memberikan layanan publik. Dapat juga karena bersamaan dengan produk inovatif baru sehingga perusahaan memerlukan identitas baru untuk produk tersebut, tetapi tanpa mengubah identitas lama perusahaan sepenuhnya. Oleh karena itu, perusahaan melakukan branding ulang agar tetap relevan.


Scan


Daftar perusahaan yang pernah melakukan re-branding logo.


Bab

3) Mengokohkan branding yang sudah ada


juga harus dipertahankan agar produk tersebut selalu ada Kedudukan sebuah brond yang sudah dikenal masyarakat dalam ingatan masyarakat sebagai konsumen. Keunggulan-keunggulan dan ciri khas dari produk tersebut terus dieksplorasi dari berbagai sisi dan dikenalkan kepada


masyarakat 4) Melebarkan sasaran produk


Tujuan ini untuk memperluas sasaran bisnis yang sudah dicapai. Ketika inovasi bisnis memungkinkan menjangkau sasaran konsumen baru, maka penyesuaian branding juga diperlukan.


c. Ruang lingkup pekerjaan


Terdapat banyak jenis pekerjaan desain yang ada dan memiliki sifat serta tujuannya masing-masing. Pekerjaan tersebut bisa berupa membuat logo branding, kemasan, media promosi tercetak, seperti brosur, atau media promosi digital seperti media sosial, motion grafis, 30 mockup, UI/UX, website, landing page, video, foto, atau ilustrasi. Sangat penting untuk menentukan produk desain yang akan dihasilkan sesuai kebutuhan pemesan atau klien.


Dari tujuan desain yang disepakati, seorang desainer harus bisa memberikan masukan dan pertimbangan yang baik terkait kebutuhan desain karena tidak semua klien memiliki pengetahuan tentang produk-produk tersebut. Dari proses diskusi yang dilakukan, dapat mencapai kesepakatan pekerjaan desain yang akan dikerjakan serta jumlah dan variannya. Dari kesepakatan pekerjaan tersebut penting untuk menyesuaikannya dengan budget atau biaya yang harus dikeluarkan serta rentang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek desain tersebut.


d. Khalayak sasaran yang dituju


Penentuan sasaran ini sangat penting karena sasaran ini lah yang diharapkan akan menindaklanjuti desain yang dibuat.

Apakah sasaran harus membeli? Mengikuti anjuran? Melakukan imbauan? Menyebarluaskan? Atau tindakan lainnya yang diharapkan. Penentuan sasaran sangat dilihat dari latar belakang sasaran, di antaranya sebagai berikut.


1) Jenis kelamin


Faktor ini akan sangat menentukan karakter desain yang akan dibuat. Preferensi warna, bentuk, dan elemen desain untuk laki-laki dan perempuan sangat berbeda sehingga desain yang relevan dengan mereka akan sangat menentukan efektivitas produk desain.


2) Usia


Dengan preferensi dan kebutuhan berbeda antara kelompok usia, seperti anak-anak, remaja, dewasa, atau lanjut usia sehingga desainer harus mampu membuat desain sesuai dengan karakteristik usia tersebut. Contohnya, desain yang diperuntukan bagi remaja cenderung bersifat modern dan memberikan elemen-elemen yang sesuai dengan tren pada saat itu.


3) Status


Aspek status terdiri atas dua jenis status, yaitu status pernikahan dan status sosial ekonomi. Contohnya, beberapa desain khusus ditujukan bagi pasangan suami istri karena memuat informasi terkait edukasi dalam menjalankan rumah tangga yang harmonis. Beberapa desain juga dibuat dengan menghadirkan kesan mewah dan berkelas, seperti undangan-undangan acara besar yang dihadiri oleh orang-orang penting dan memiliki pengaruh besar terhadap suatu hal.


4) Pendidikan


Perbedaan tingkatan pendidikan target audiens dapat memengaruhi suatu desain. Contohnya, suatu desain yang dibuat untuk audiens jenjang SD, penulisan informasi akan dibuat lebih sederhana dengan menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami serta ilustrasi yang digunakan lebih beragam. Sementara itu, desain yang ditujukan untuk audiens jenjang SMK ke atas dapat dibuat dengan kata-kata yang lebih beragam dengan istilah-istilah bahasa yang ada tanpa menggunakan terlalu banyak ilustrasi.


5) Tempat tinggal


Budaya akan sangat erat dengan tempat tinggal seseorang. Setiap lokasi akan mempunyai preferensi yang berbeda sesuai dengan daerah tersebut seperti makanan, warna, objek gambar, dan lainya.

6) Kebangsaan


Kebangsaan seseorang juga menentukan preferensi desain yang berbeda-beda. Ciri bangsa menjadi kekuatan dari desain yang ditampilkan, seperti bangsa Indonesia akan melekat dengan karakter warna merah dan putih serta elemen batik sebagai preferensi desain.


7) Agama


Agama memiliki penggambaran khas sesuai agama masing-masing. Nilai, simbol, warna tertentu melekat kuat dengan nuansa dan semangat agama. Nilai ini yang akan menentukan elemen-elemen desain yang diperlukan.


8) Suku


Setiap suku atau kelompok etnis memiliki konteks budaya dan nilai-nilai yang unik. Hal ini termasuk dalam tradisi, kepercayaan, norma sosial, dan simbol-simbol yang penting bagi masyarakat tersebut. Desain yang tidak mempertimbangkan konteks budaya ini dapat dianggap tidak pantas atau bahkan menghina.


9) Pekerjaan


Perbedaan pekerjaan atau industri dapat memiliki dampak signifikan pada desain karena setiap pekerjaan atau industri memiliki kebutuhan, konteks, dan tujuan yang unik. Setiap industri atau pekerjaan mungkin memiliki tema dan konsep visual yang unik yang dapat diintegrasikan ke dalam desain konten. Misalnya, industri berbasis lingkungan dapat menggunakan tema alam atau hijau dalam desain kontennya, sementara itu industri teknologi dapat menggunakan tema futuristik atau teknologi canggih.


e. Media yang digunakan


Jenis media yang digunakan dapat berupa cetak ataupun digital.


1) Media cetak: iklan koran, iklan majalah, brosur, baliho, spanduk, reklame, dan billboard.


2) Media digital: televisi, radio, videotron, media sosial seperti Facebook (Meta), Whatsapp, Instagram, TikTok, Youtube, website, dan landing page.

Jangkauan media yang digunakan harus diperhatikan karena setiap media yang dipilih mempunyai jangkauan berbeda serta akan memengaruhi biaya atau budget pengadaan dan iklan media tersebut. Contohnya, seperti televisi mempunyai jangkauan yang luas karena hampir semua kalangan bisa memilikinya, tetapi biaya pembuatan iklan televisi dan tarif iklan televisi cukup besar. Media juga akan menentukan spesifikasi desain yang dibuat secara teknis. Bahan pembuatan produk desain untuk cetak dan digital akan sangat berbeda.


Media cetak yang menggunakan kertas sebagai bahan cetak juga memiliki spesifikasi tersendiri. Penggunaan kertas duplek sebagai kemasan memiliki spesifikasi berbeda dengan kertas untuk mencetak koran. Meskipun sama-sama dicetak dengan mesin cetak offset, tetapi karena bahan yang berbeda, data digital yang dipilih juga berbeda terutama pada resolusi gambar desain. Untuk kertas koran menggunakan dpi (dot per inch) rendah 150 dpi dan kertas duplek bisa menggunakan 200 dpi. Berbeda lagi dengan penggunaan kertas ort paper untuk brosur yang bisa menggunakan dpi lebih tinggi karena permukaan kertas lebih halus.


Berikut ini adalah penjabaran penggunaan dpi pada masing-masing kebutuhan cetak.

) Mencetak foto dalam surat kabar Resolusi sebesar 150 hingga 200 dpi seharusnya sudah cukup dikarenakan kertas koran akan menyerap tinta dan resolusi yang berlebihan dapat menyebabkan garis-garis gambar melebur dan bercampur mengakibatkan gambar yang rusak.


2) Dokumen pada printer inkjet menggunakan plain poper Resolusi 150 hingga 200 dpi akan cukup untuk pengaplikasian ini karena tinta akan merembes dan menyebar.


3) Dokumen pada printer inkjet menggunakan inkjet coated poper Resolusi 300 dpi akan cocok untuk teks dan gambar-gambar kecil. Namun, resolusi 600 dpi lebih baik untuk mencetak foto,


4) Line art pada printer laser atau inkjet Penggunaan resolusi 300 dpi sudah cukup, tetapi resolusi 600 dpi mungkin diperlukan untuk proyek cetak yang sangat detail,


5) Brosur atau flyer pada printer laser


Resolusi 300 dpi akan cocok, tetapi jika halaman ditutupi dengan gambar, resolusi yang lebih tinggi mungkin diperlukan, seperti resolusi 600 dpi.


6) Poster yang dirancang untuk dilihat dari jarak sekitar dua meter Untuk pengaplikasian ini membutuhkan resolusi minimum 150 dpi, tetapi resolusi yang lebih tinggi akan lebih baik.


7) Grafik billboard Membutuhkan resolusi minimum 20 dpi karena audiens rata-rata akan melihat billboard dari jarak yang cukup jauh.


8) Wollpoper atau grafik besar yang dimaksudkan untuk dilihat dari jarak dekat Pengaplikasian ini dapat menggunakan resolusi 600 dpi atau lebih tinggi untuk hasil yang maksimal.

Berbeda dengan media cetak, media digital memiliki satuan yang berbeda, yaitu pixel. Hal ini bisa menggunakan data lebih kecil daripada untuk kebutuhan cetak. Desain untuk website tidak memerlukan ukuran yang besar untuk bisa menampilkan gambar yang jelas dan jernih. Justru jika terlalu besar akan mengakibatkan website sulit untuk diakses karena proses pengambilan data atau looding yang lama. Media digital yang berbeda, juga akan menggunakan spesifikasi desain atau resolusi yang berbeda pula. Misalnya, media digital untuk video menggunakan resolusi sebagai berikut.


1) Ukuran HD (High Definition) adalah 1280 x 720 pixels.


2) Ukuran Full HD adalah 1920 x 1080 pixels.


3) Ukuran 2K adalah 2048 x 1080 pixels.


4) Ukuran 4K atau Ultra HD adalah 3840 x 2160 pixels.


5) Ukuran 8K adalah 7680 x 4320 pixels.


6) Ukuran 10K adalah 10240 x 4320 pixels.


Jika video yang dibuat untuk kebutuhan posting Instagram, biasanya memiliki rasio 1:1 misalnya 1080 x 1080 pixels. Berbeda lagi dengan media berupa videotron yang memiliki ketentuan resolusi sendiri. Tidak hanya ukuran final seperti HD dan full HD, tetapi harus sesuai dengan resolusi videotron itu sendiri. Desainer harus memastikan ukuran resolusi videotron yang digunakan sebelum membuat video atau membuat finishing video. Videotron dengan jenis P3 (Pitch Pixel 3mm) memiliki resolusi 192 pixels, maka dengan 4 panel videotron (3 meter) akan menghasilkan lebar 768 pixels dan misalnya panjang 8 panel videotron (6 meter) menghasilkan 1536 pixels. Hasilnya, resolusi videotron tersebut adalah 1536 x 768 pixels.

f. Strategi kreatif dan konsep perancangan


Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan dari latar belakang, tujuan, sasaran, dan media yang digunakan, perlu juga ditentukan strategi kreatif yang akan ditetapkan. Strategi kreatif adalah rencana kreatif yang dibuat untuk mengomunikasikan pesan dalam bentuk visual ataupun kata. Berikut ini adalah elemen-elemen desain yang dapat membantu perencanaan kreatif dalam mengomunikasikan pesan.


1) Warna


Warna mempunyai representasi kuat dari visual yang akan digambarkan. Pemilihan warna sangat penting karena menjadi identitas, citra, perasaan, dan suasana yang akan dibangun. Psikologi warna menjadi hal yang harus diperhatikan. Misalnya, jika ingin mempresentasikan tentang kekuatan, warna merah bisa menjadi pilihan. Selain itu, kombinasi warna juga akan memberikan hasil yang berbeda-beda.


a) Hitam


Warna hitam memberi kesan elegan, mewah, dan modern. Namun, bisa juga menampilkan kesan gelap, suram, menakutkan, ketidakbahagiaan, duka, acuh, dan misterius.


b) Putih


Putih memiliki kesan terang, ringan, luas menyembuhkan kebersihan, kesucian, kebebasan, kemurnian, kepolosan, kesederhanaan. Namun, bisa juga menampilkan kesan ketiadaan, kosong, dan hambar.


c) Merah


Merah adalah warna yang memiliki kesan cinta, gairah, kekuatan, keberanian, ketangguhan, kemewahan, dan keberuntungan. Namun, warna merah juga bisa menampilkan kesan emosi, bahaya, larangan, dan kemarahan.


d) Kuning


Warna kuning memiliki arti semangat, harapan, kehangatan, kecerahan, kebahagiaan, keberanian, dan ketenangan. Namun, warna kuning juga dapat bermakna tipu daya, bahaya, dan antik.


e) Biru


Warna biru dapat menstimulus pemikiran yang jernih. Kesan yang diberikan adalah profesional, artistik, kepercayaan, komunikasi, kekuatan, ketenangan,

keamanan, ketertiban, dan kedamaian. Namun, warna biru juga bisa memberikan kesan kesedihan dan kesendirian.


f) Hijau


Hijau merupakan warna yang identik dengan alam. Warna hijau memberi kesan santai, menyeimbangkan emosi, plegmatis, bumi, natural, pertumbuhan, keterbukaan komunikasi, keharmonisan, kemakmuran, dan pembaruan.


g) Oranye


Kombinasi warna merah dan kuning adalah oranye. Kesan warna ini memberikan semangat, optimisme, petualangan, sosialisasi, percaya diri, kuat, energi, cerah, menarik perhatian, dan kehangatan.


h) Ungu


Warna ungu lekat dengan kesan imajinatif, indepeden, spiritualitas, ambisius, visioner, romantis, mewah, kekuatan, dan kebijaksanaan. Selain itu, warna ini juga dapat memberikan kesan misterius pada suatu desain.


i) Merah mudah


Pink atau merah muda ini memiliki kesan feminim, peduli, romansa, lemah lembut, dan cinta.


j) Cokelat


Cokelat adalah warna unsur bumi yang dapat memberikan kesan aman, nyaman, hangat, kuat, kokoh, dan bersahaja. Namun, warna cokelat juga dapat memberikan kesan kaku, pesimis, kolot, sedih, sepi, tua, dan garang.


k) Abu-abu


Warna abu-abu dekat dengan kesan tanggung jawab, keseriusan, kemandirian, dan kestabilan. Namun, warna ini juga dapat memberikan kesan membosankan, tidak komunikatif, dan abstrak.


Kesan-kesan warna tersebut merupakan hal yang berlaku saat ini. Namun, kesan warna tidak selalu sama dalam setiap waktu sehingga dapat berubah seiring berjalannya waktu, pergeseran budaya, dan teknologi.


2) Font


Font atau jenis huruf memiliki kesan yang berbeda. Pemilihan jenis huruf serif, sans serif, egyptian, script, decorative dapat mempunyai makna yang berbeda pada suatu desain. Jenis huruf juga dipilih menyesuaikan dengan sasaran desain. Huruf serif yang terkesan formal

tepat digunakan untuk menciptakan suasana formal dan tegas. Berbeda dengan huruf script yang lebih santai dan luwes sehingga tepat untuk memberi kesan mudah dan ringan, seperti penerapannya pada buku anak-anak yang menggunakan jenis huruf script atau sans serif karena terkesan santai.


Serif


Egyptian


Sans Serif


Script


Sumber: dokumen penulis


Gambar 1.10 Penggunaan font huruf.


3) Ilustrasi


Ilustrasi adalah gambar atau foto yang digunakan untuk memperjelas pesan yang disampaikan baik dalam buku, novel, berita, maupun tulisan lain. Ilustrasi juga dapat menambah daya tarik dan ciri khas dari sebuah produk ataupun pesan. Ilustrasi yang merupakan bahasa universal ini akan sangat efektif untuk menyebarkan informasi ke seluruh orang dari berbagai latar belakang tanpa kendala bahasa. Ilustrasi juga dapat disesuaikan dengan karakter sasaran utama atau produk yang akan disampaikan. Contohnya, sasaran utama orang muslim, maka bisa menggunakan ilustrasi masjid, bulan sabit, bintang, dan ka'bah. Bentuk ilustrasi juga bisa dalam bentuk 2D ataupun 3D sesuai dengan kebutuhan dan ketepatan tujuan.


4) Ornamen


Ornamen adalah unsur gambar hiasan yang menambah nilai desain dan membangun branding produk atau perusahaan. Pemilihan ornamen yang tepat akan menjadi ciri dari hasil kesinambungan atau irama yang dihasilkan. Ornamen ini menjadi unsur penting untuk menunjukkan kesatuan produk baik dari kemasan, publikasi, ruang kerja, company profile, souvenir, merchandise, maupun media lain. Ornamen akan memberikan brand awareness yang kuat dalam ingatan konsumen.

5) Spesifikasi teknis desain


Berdasarkan media yang akan digunakan, dapat ditentukan spesifikasi teknis dari desain. Hal ini akan memberikan roodmop (panduan tahapan kerja) yang jelas kepada desainer terkait desain yang akan dibuat. Salah satu jenis ornamen yang dapat digunakan sebagai elemen branding adalah supergraphic. Tanpa spesifikasi yang jelas, desainer akan kesulitan menentukan desain dan memungkinkan terjadi ketidaksesuaian terhadap keinginan perusahaan. Ketidaksesuaian ini mengakibatkan desain tidak efektif sehingga perlu dilakukan revisi desain yang berpotensi membuang waktu.


Sebagai contoh, spesifikasi untuk produk cetak adalah bahan media cetak yang digunakan, ukuran media, teknik cetak, resolusi, potongan atau bleeds, lipatan, halaman, dan finishing. Spesifikasi untuk media digital, misalnya resolusi dan ukuran desain, jenis file, dan jenis media sosial. Spesifikasi teknis ini juga termasuk perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan untuk membuat desain. Untuk memahami terkait perangkat lunak untuk kebutuhan desain, Anda dapat membaca buku Perangkat Lunak Desain untuk SMK/MAK Kelas XI.


6) Filosofi


Filosofi desain adalah makna dari gambar, bentuk, dan warna yang dikombinasikan sesuai dengan tujuan dan kesan yang ingin dicapai. Filosofi memegang peranan penting untuk membangun citra atau branding dari sebuah produk maupun perusahaan. Filosofi ini dapat diwujudkan dari warna, typeface, bentuk atau objek, dan ilustrasi. Filosofi bisa mencakup beberapa hal yaitu:


a) Visi perusahaan atau produk


b) Misi perusahaan atau produk


c) Semangat kerja dari perusahaan


d) Motto perusahaan atau produk


e) Perhatian terhadap lingkungan


f) Orientasi pelayanan terhadap konsumen


g. Tenggat waktu penyelesaian pekerjaan


Dalam merencanakan waktu penyelesaian pekerjaan desain sangat bergantung dari jenis dan jumlah desain yang telah direncanakan. Tenggat waktu ini adalah hasil kesepakatan antara desainer dengan pemesan desain atau klien. Perlu

dipertimbangkan juga jika terdapat revisi dari hasil desain dan jumlah revisi yang dilakukan. Jika hal ini tidak disepakati dari awal, akan terjadi ketidakjelasan waktu pekerjaan dan saling menuntut serta menyalahkan jika pekerjaan tidak segera selesal Desainer tidak bisa menyelesaikan pekerjaannya jika klien terus-menerus meminta revisi tanpa batas hingga klien merasa puas.


Tenggat waktu oleh desainer harus dibuat dalam bentuk jadwal pengerjaan atau timeline proyek. Hal ini sangat penting sebagai bentuk evaluasi progres dan juga sarana komunikasi efektif antar tim desain. Pekerjaan desain harus diperhatikan dengan baik dari segi kerumitan, visual pendukung, dan lainnya sehingga waktu yang ditulis dalam timeline benar-benar sesuai


Timeline Proyek Desain


Nama proyek: Desain sosial media marketing Instagram makanan merek Yatos


Klien


: PT. Yatos


Tenggat waktu: 28 Oktober 2023 (7 hari)


No


Pekerjaan


Tim


22 Okt 2023


22 Okt 2023


22 Okt 2023


22 Okt 2023


22 Okt 2023


22 Okt 2023


22 Okt 2023


1. Final desain brief


Leader proyek


2. Sketsa konsep


Desainer


3


. Fote produk dan editing


Fotografer


4. Desain grafis


Desainer


Persetujuan dan 5. revisi prototype desain


Leader proyek


6. Final desain


Leader proyek


Sumber: dokumen penerbit


Gambar 1.11 Timeline pengerjaan sesuai tenggat waktu.


h. Para pihak yang terlibat dan peranannya dalam pekerjaan


Untuk mengerjakan desain yang tepat sesuai dengan rencana, sangat penting untuk mengatur pembagian tugas yang tepat jika dikerjakan oleh tim. Tim desainer sendiri juga memiliki spesialisasinya masing-masing, meskipun pada beberapa kasus, seorang desainer dapat mengerjakan seluruh desain. Namun akan memaksimalkan hasil jika fokus pada spesialisasinya. Dalam tim


desain terdapat beberapa spesialisasi, yaitu sebagai berikut.


Fotografer


: Menghasilkan foto produk atau foto pendukung yang baik.


Desainer grafis Mengerjakan desain visual.


Ilustrator


: Membuat ilustrasi-ilustrasi yang dibutuhkan.

Motiongrafer


: Merancang gerakan atau motion pada elemen-elemen animasi.


des eda dan Comun ar


2


UI/UX spesialist


Membuat rancangan interface sesuai kebutuhan pengguna.


Web designer


3D artist


: Mengembangkan website sesuai spesifikasi dan tujuan yang telah ditentukan.


: Membuat desain atau objek dalam bentuk tiga dimensi.


Environmental Graphic Designer


: membuat desain visual sebuah lingkungan atau tata ruang.


Videografer


Membuat dan merancang editing video.


Menjadi hal penting lain dalam penentuan desainer adalah keterampilan dan kecepatan yang dimiliki desainer dalam mengerjakan proyek. Hal ini untuk mengerjakan proyek desain yang disesuaikan dengan tenggat waktu yang harus dikerjakan.


C Pengaruh Perilaku Konsumen terhadap Desain


Perilaku konsumen atau consumer behaviour adalah tindakan dan keputusan yang diambil oleh konsumen untuk memilih, membeli, menggunakan produk atau jasa. Penelitian tentang perilaku konsumen ini penting untuk memberikan arahan perancangan desain maupun pemasaran yang paling sesuai berdasarkan perilaku, yang berbeda-beda. Terdapat empat jenis consumer behaviour yang menjadi acuan, yaitu sebagai berikut.


1. Complex Buying Behavior


Perilaku konsumen ini akan melihat produk secara lengkap termasuk risiko dan pengaruhnya terhadap kehidupan mereka. Hal ini khususnya terhadap produk yang mahal seperti rumah, perhiasan, dan mobil. Konsumen akan mengeluarkan uang dalam jumlah besar sehingga harus penuh dengan pertimbangan melalui informasi yang lengkap dan kompleks.


Pada konsumen berjenis ini, produk harus menyediakan informasi yang lengkap. sehingga memuaskan kebutuhan informasi konsumen. Seperti produk makanan, mereka akan melihat setiap aspek dari makanan

tersebut. Hal pertama yang pasti akan mereka lihat adalah kemasan Kemasan harus dibuat dengan desain yang menarik dan informat dengan menyajikan kandungan-kandungan pada makanan tersebut


2. Dissonance Reducing Buying Behavior


Konsumen dengan perilaku seperti ini memiliki banyak pertimbangan karena banyak pilihan atau jenis dari produk yang sama sehingga memerlukan pertimbangan yang matang tentang brang produk yang akan dibeli. Produk ini adalah produk yang memil pilihan banyak di pasar seperti handphone, laptop, dan lainnya.


3. Habitual Buying Behavior


Konsumen ini tidak banyak memikirkan produk yang akan dibel karena sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari atau sudah sering dibeli. Tanga perlu banyak riset konsumen sudah bisa memutuskan produk mana yang akan dibeli. Misalnya ketika ibu rumah tangga Ingin membeli kebutuhan dapur, cenderung langsung membeli barang konsumen juga cenderung mudah memutuskan dan percaya karena yang ada di toko kelontong sesuai kebutuhannya. Dalam segi brand, seringnya mendengar brand tersebut, informasi sekilas dari konsumen lain, iklan yang sering muncul, dan produsen produk yang sudah terpercaya.

4. Variety Seeking Buying Behavior


Konsumen ini akan mudah mengubah pilihannya karena ingin mencoba yang lain dari biasanya. Brond lain maupun varian lain akan menjadi daya tarik konsumen ini. Misalnya, ketika membeli makanan ringan, atau minuman, konsumen ini akan selalu tertarik dengan hal yang baru. Produsen produk harus terus konsisten memberikan daya tarik, seperti harga murah, diskon, promo, sampel gratis, dan lain sebagainya.


Setelah Anda memahami elemen-elemen penting yang harus diperhatikan di dalam desain brief, berikut ini adalah beberapa contoh sederhana dari rancangan desain brief dengan berbagai kasus proyek desain yang dikerjakan.


MEMBUAT DESAIN BRIEF LOGO PERUSAHAAN


Tabel 1.1 Desain brief logo perusahaan.


No.


1.


Elemen Penting


Latar Belakang Proyek


Keterangan


Nama: PT Bintang Fajar Alamat: Jl. Merdeka Nomor 45 Semarang


PT Bintang Muda adalah perusahaan di bidang ekspedisi dengan nama brand Fajar Express yang menjangkau seluruh Indonesia. Perusahaan memiliki visi "Melayani pengiriman aman hingga ujung pelosok negeri". Slogan perusahaan adalah "aman dan cepat".


2.


Tujuan Proyek


Membuat logo perusahaan yang mudah diingat dan representatif dengan perusahaan.


3.


Ruang Lingkup Proyek


4.


Sasaran


5.


Media yang Digunakan


a. Pembuatan logo perusahaan


b. Brand guidelines logo


c. Mockup pengaplikasian logo


Laki-laki dan perempuan remaja hingga dewasa yang mempunyai usaha dan menyukai transaksi online. Tinggal d kota maupun di daerah pelosok.


Pengaplikasian logo ke mockup semu media sesuai brand guidelines

Lantai Tabel L


No.


Elemen Penting


Konsep Perancangan


Keterangan


Logo dalam bentuk logotype tulisan Fajar dan express di bawahnya. biru dan merah. Warna yang digunakan adalah warns


Langutan Tabel 1.2


No.


El


4


Sasaran


mempunyai readibility tinggi d Mencirikan kecepatan dan keamanan Menggunakan jenis huruf yang dan


5


Media


a.


mencirikan fleksibel. Mockup pengaplikasian logo.


Tenggat Waktu Penyelesaian


Diselesaikan dalam 4 hari dengan 2 kali revisi


Para Pihak yang Terlibat


Desainer logo dan klien.


MEMBUAT DESAIN BRIEF PEMBUATAN KEMASAN PRODUK


Tabel


1.2 Desain brief pembuatan desain kemasan produk


Elemen Penting


No.


1.


Latar Belakang Proyek


Keterangan


Yatos adalah produk makanan ringan berupa keripik kentang dengan beberapa varian rasa yaitu barbeque, jagung bakar keju, dan original. Yatos diproduksi oleh UMKM Yatos Sentosa sejak 2015 dan sudah didistribusikan ke seluruh pulau Jawa dan beberapa luar pulau terdekat. Visi Yatos yaitu ingin ekspansi sampai ke seluruh Indonesia dengan pasar online maupun offline.


Tagline produk adalah "Keripik kentang bikin senang".


2.


Tujuan Proyek


1. Branding ulang logo Yatos karena logo sebelumnya tidak mencerminkan produk dan kurang dekat dengan sasaran pasar Yatos.


2. Branding ulang kemasan Yatos sesuai varian rasa dan menyesuaikan dengan style sasaran pasar Yatos.


3.


1. Rebranding logo Yatos


Ruang Lingkup Proyek


2. Membuat brand guidelines


3. Mendesain ulang kemasan Yatos sesuai varian rasa

Lanjutan Tabel 1.2


Elemen Penting


No.


4


Sasaran


5.


Media yang Digunakan


6


Konsep Perancangan


Keterangan


Laki-laki dan perempuan


Usia 15 s.d. 40 tahun


Utama tinggal di kota


Suka makan makanan ringan


Kemasan menggunakan bahan OPP (Oriented Polypropylene) berupa standing pouch full color cetak ukuran 10 x 15 cm.


Logo Yatos terdiri atas teks Yatos dengan style huruf script.


Logo dilengkapi gambar ilustrasi kentang berkacamata dengan ekspresi tertawa.


Warna yang digunakan dalam logo adalah warna hijau muda dengan kode #E6DD00 dan kombinasi warna anologus lain yang tepat.


Logo dimuat juga pada brond guidelines untuk penerapan di kemasan, flyer, ekspedisi, dan lainnya. Desain kemasan menggunakan kombinasi warna muda dengan warna


utama sesuai dengan varian rasa. Warna kemasan rasa original menggunakan warna utama cokelat muda #C27625.


Warna kemasan rasa barbeque menggunakan warna utama merah muda #FF5340.


Warna kemasan rasa jagung bakar menggunakan warna utama oranye #F5950A


Warna kemasan rasa keju menggunakan warna utama kuning #FFE580.


Kemasan lengkap dengan informasi berat netto, bahan baku, nilai gizi. kadaluarsa, halal, nama produsen, dan kontak konsumen.


Tenggat Waktu Penyelesaian


Diselesaikan dalam 7 hari dengan 2 kali revisi.


8.


Desainer logo


Para Pihak yang Terlibat


Desainer kemasan


Klien


Kon sui A

MEMBUAT DESAIN BRIEF KONTEN MARKETING MEDIA SOSIAL


Tabel 1.3 Desain brief konten merketing sosial media


No.


Elemen Penting


Latar Belakang Provek


Keterangan


Bromen adalah brand untuk produk-produk perawatan khusus pria. Brond tersebut adalah milik PT. Bromen Universal yang berdiri sejak tahun 2010 dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan perawatan pria.


Produk face wash Bromen sudah memilis: beberapa edisi dan khusus saat ini Bromen mengeluarkan edisi -Charcoal face wash dan akan diluncurkan 2 minggu lagi dengan dilengkapi media sosial yang memadai sebagai alat promosi.


2.


Keunggulan produk adalah sebagai berikut.


a. Menghilangkan jerawat


b. Menghilangkan komedo


c. Menghilangkan kusam pada wajah


d. Mengecilkan pori-pori


e. Mengendalikan minyak berlebih


f. Membersihkan lebih cepat


Tujuan Proyek


Untuk memperkenalkan produk sabun pembersih wajah atau face wash Bromen edisi Charcoal dengan media sosial Instagram yaitu feed dan reels dengan menunjukkan keunggulan dari produk dan mengutamakan sasaran produk secara spesifik.


3. Ruang Lingkup Proyek


Sasaran


5.


Membuat 10 desain feed, 3 video reels dengan durasi 30 detik.


4.


Pria usia 17 s.d. 50 tahun, secara khusus 20 s.d. 40 tahun


WNI


Tinggal di daerah perkotaan


Pria muda yang sering beraktivitas di luar ruangan untuk bekerja dan atau olahraga Telah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri


Suka merawat diri atau metroseksual


Media yang Digunakan


Feed Instagram


Reels Instagram

Langitan Tabel


No


Elemen Penting


roduk-produk ersebut adalah vang berdiri novasi untuk pria


ah memiliki Bromen Mace wash g dengan ai sebagai


berikut


abun omen


an


Katerangan


Konsep Perancangan


Desain feed


Desain feed memilik tujuan sebagai benkut


1. Memperkenalkan produk dengan foto produk close-up dengan ornamen chorcool asis


2. Memperlihatkan hasil penggunaan produk dengan foto model sedang


memakai produk 3. Memperkenalkan produk dengan foto produk berada di wastafel dalam scene sehabis pemakaian produk


4. Menginformasikan kandungan produk


5. Menginformasikan kelebihan produk


6. Memberikan tips kesehatan kulit wajah pria.


7. Memberikan fakta jerawat dan komedo 8. Memberikan edukasi tentang charcool atau arang.


9. Memberikan edukasi tentang kesehatan kulit wajah pria.


10. Menginformasikan ketersedian dan cara mendapatkan produk.


Warna utama yang digunakan adalah hitam dengan kombinasi monochrome.


Font yang digunakan sama dengan font pada kemasan (Roboto).


Ilustrasi dan foto penunjang desain yang digunakan, antara lain charcoal, wajah model, air, komedo, jerawat, dan kulit wajah berminyak.


Video reels


Video reels memiliki tujuan sebagai berikut.


1. Memperkenalkan produk.


a. Model adalah arsitek yang bekerja di lapangan dengan cuaca panas.


b. Model sedang berkoordinasi dengan pekerja proyek dalam rangka memberikan penjelasan tentang bagian proyek.


c. Model kembali ke rumah dan bersiap untuk membersihkan wajah.


d. Model menggunakan produk face wash Bromen Charcoal.


e. Model menunjukkan wajah yang cerah dan menunjukkan produk face wash Bromen Charcoal

Larjutan Tabel 1.3


No.


Elemen Penting


7. Tenggat Waktu Penyelesaian


Keterangan


aleh Goodle berorientasi


2. Menginformasikan cara penggunaan produk


a. Videa shoot model yang sedang menggunakan produk sesuai prosedur yang tepat.


b. Selepas model mandi, model berade depan kaca wastafel.


c. Model mengeluarkan isi face wosh sepanjang 2cm di telapak tangan.


d. Model membasahi kedua tangan untu membuat busa dari face wash


e. Model mengusapkan busa foce wash k


seluruh wajah, diawali dari kedua pipi f. Model menggunakan air untuk membersihkan wajah.


3. Memberikan tips kesehatan wajah pria dalam bentuk motion graphic


a. Model tersenyum dengan tiga gaya.


b. Menggerakkan tangan seperti menarik


dari atas.


c. Muncul tulisan tips kesehatan pertama d. Tangan model mengusap ke samping.


e. Tips pertama keluar dari frame dan muncul tips yang kedua.


1. Model menunjuk tips kedua.


Diselesaikan dalam dua minggu dengan satu kali revisi.


8. Para Pihak yang Terlibat


Fotografer


Desainer grafis


Videografer


Motion graphic artist


Klien


Konsultan


Contoh desain brief yang diberikan di atas adalah desain brief dalam bentuk tabel. Namun, bukan berarti desain brief tidak memiliki desain yang menarik. Anda dapat menerapkan desain pada dokumen desain brief yang akan memperindah tampilan. Penggunaan visual pada desain brief juga dapat memberikan panduan visual terkait elemen yang dimuat di dalam desain brief, contohnya penggunaan ikon, border, dan elemen dekorasi lainnya. Berikut ini adalah bentuk ketiga desain brief sebelumnya ketika menggunakan format DESAIN

Dari ketiga contoh desain brief tersebut, ketiganya memiliki sedikit perbedaan dalam memberikan detail proyek atau produk Selain itu, jika diperhatikan pada bagian "Para Pihak yang Terlibat tidak tertulis pihak, seperti owner, manajer proyek, keuangan, dan pemasaran. Hal ini biasanya tidak dicantumkan dalam desain brief tetapi mereka tergabung dalam "klien". Namun, tidak ada salahnya jika Anda ingin mencantumkan keseluruhan divisi yang Terlibat

Rangkuman


1. Desain brief adalah dokumen yang berisi detail dari proyek desain yang akan dibuat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari pemesan desain.


2. Tujuan desain brief adalah membangun kesepahaman antara desainer dan pemesan desain, mendapatkan referensi yang sesuai dengan tujuan penggunaan desain, mendapatkan kesepakatan yang jelas atau solid, menghindari kesalahan desain sehingga membuang waktu dan biaya, serta sebagai alat evaluasi proyek.


3. Manfaat desain brief adalah menjadi alat komunikasi yang efektif, baik antara pemesan desain dan desainer, maupun antar-tim desainer, memberikan efektivitas kerja sesuai dengan timeline yang sudah disepakati, dan memudahkan penentuan tim desain yang akan terlibat dalam proyek desain.


4. Penyusunan desain brief diawali dengan latar belakang proyek, tujuan yang akan dicapai, ruang lingkup proyek, khalayak sasaran yang dituju, media yang digunakan, strategi kreatif dan konsep perancangan, target waktu penyelesaian, serta pihak yang terlibat.


5. Dalam pemilihan kombinasi warna terdapat beberapa pilihan yaitu kombinasi warna monochrome, analogous, triadic, dan complementer.

SOAL TIPE AKM


Bacalah teks dibawah ini untuk menjawab soalnemer 1.


Media Desain Komunikasi Visual


diperhatian


rus dipilih bersama untuk mencapai toan tai desain yang akan dibuat Media harus antarazteamer dengan klien agar bisa ditentukan strategi kreatif dan konsep тапсangin yang sesuai Mecha seperti televisi yang dapat dijangkau oleh banyak kalangan karena saringan Televiu lebih luas penyebarannya maka tepat untuk produk dengan sasaran semua kalangan Data Dart Nielsen Indonesia yang dikutip databoks katardataid (2022) menyebütkan pengguna televisi di Indonesia adalah sebesar 81.1%, dari penduduk


Indonesia Namun saat ini dengan banyaknya penggunaan internet dan media sosial, memungkinkan untuk menentukan sasaran pasar yang lebih spesifik. Dengan algoritma pengguna media Sosial Laporan dari We Are Social menunjukkan pengguna media sosial aktit di Indonesia sebanyak 167 juta orang pada Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan 60,4% dari populasi penduduk Indonesia. Bahkan untuk menjangkau sasaran yang lebih spesifik tagi, produk-produk juga dapat menjangkau target pasar dengan sarana yang lebih spesifik dan personal, yaitu dengan e-moil, dan aplikasi chot seperti WhatsApp


Sumberitah


1. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut berkaitan dengan penentuan media yang digunakan. Berilah tanda centang (✔) pada pernyataan yang benar atau salah pada kolom yang tersedia.


4.


No.


1.


2.


3.


Pernyataan


Benar


Salah


data


Iklan televisi sebagai media elektronik memiliki jangkauan yang paling luas kepada konsumen dari berbagai daerah.


Pemilihan iklan melalui media sosial seperti Instagram sangat efektif khususnya untuk produk dengan calon konsumen berusia di atas 60 tahun.


Untuk meningkatkan brand awareness dan engagement yang kuat dengan konsumen yang sudah menggunakan produk, mengirimkan promosi melalui e-mail dan WhatsApp kepada konsumen akan memberi dampak yang baik.


Jumlah pengguna televisi di Indonesia adalah 70% dari total penduduk.

Bacalah teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 2-4.


Perjalanan 10 Tahun Canva


Platform desain grafis populer Canva merayakan ulang tahunnya yang kesepulu pada tahun 2023 Didirikan di Perth, Australia pada tanggal 1 Januari 2013 oleh Melan signifikan Prestasi tersebut diantaranya adalah pertumbuhan pengguna yang tetus Perkins, Cliff Obrecht, dan: Cameron Adams, Canva telah mencapai sejumlah prestas 10 atat baru yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI) CEO Canva, Melanie Perkins meningkat melebihi 150 juta pengguna, mencapai profitabilitas, dan memperkenalkas mengingat kembali awal mula diluncurkannya Canva sepuluh tahun yang lalu Tujuan utama Melanie adalah membuat Canya menjadi sebuah ekosistem desain terpadu yang bisa diakses dengan mudah oleh siapa pun di seluruh dunia melalui halaman yano yang pesat. Melanie, yang akrab dipanggil Mel, mengungkapkan bahwa Canva akhirnya sederhana. Setelah peluncurannya pada tahun 2013. Canva mengalami pertumbuhan berhasil mencapai 1 juta pengguna aktif bulanan setelah beberapa tahun beroperass


Pada tahun 2018. Canva mencapai puncak prestasinya dengan mencatat 10 juta terkesan dengan pertumbuhan yang sangat cepat di seluruh dunia, dan tahun lalu pengguna aktif bulanan, yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. "Kami sangat kami akhirnya melampaui angka 100 juta pengguna aktif bulanan," ungkap Mel dalam sebuah konferensi virtual pada Selasa, 3 Oktober 2023 Pada tanggal 4 Oktober 2023 Canva memiliki lebih dari 150 juta pengguna bulanan di seluruh dunia dengan 16 juta di antaranya adalah pengguna berbayar. Melihat pertumbuhan pengguna aktif Canva yang terus meningkat, Mel mengaitkannya dengan perkembangan komunikasi visual di lingkungan kerja. Data Canva menunjukkan bahwa lebih dari 65 juta pengguna baru mulai menggunakan platform sejak tahun sebelumnya. Dari segi keuangan, Canva berhasil mencapai profitabilitas selama enam tahun terakhir. Tahun 2023 ini, Canva optimis untuk mencapai keuntungan lagi. Pendiri sekaligus Chief Operating Officer (COO) Canva, Cliff Obrecht, menyatakan bahwa pendapatan Canva terus meningkat selama 10 tahun terakhir, bahkan telah melebihi pendapatan tahunan sebesar 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp26,5 triliun.


Baru-baru ini Canva merilis fitur terbaru mereka, yaitu Magic Studio. Layanan ini menawarkan 10 tools Al untuk membuat konten visual dengan lebih mudah, lebih cepat, dan naik level. 10 tools Al baru di Canva Magic Studio meliputi Magic Design, Magic Switch, Magic Media, Magic Write, Magic Animate, Magic Morph, Magic Grab, Magic Expand, Magic Edit v2, dan Magic Alt Text. Salah satu yang diharapkan adalah Canva menjadi platform desain grafis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/Al) yang serba ada (all-in-one).

Artificial Intelligence Marketing


UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) saat ini perlu mengembangkan strategi memperluas pasar melalui penggunaan berbagai jenis teknologi di tengah gempuran strategi-strategi pemasaran yang makin beragam. Salah satu alternatif teknologi potensial adalah kecerdasan buatan untuk marketing atau Artificial Intelligence Marketing (AIM). Teknologi AIM telah digunakan oleh industri keuangan, entertainment, kesehatan, ritel, bahkan sektor Sumbert pemerintah Penggunaan AIM merupakan benchmark bagi pelaku UMKM memperluas pemasaran bagi produknya. AIM menggunakan machine learning dalam menjangkau pelanggan lebih luas. Cara kerja AIM menggunakan perangkat komputer dan algoritma sehingga berbeda dengan metode marketing tradisional Data raksasa (big dota pelanggan diolah berulang menghasilkan informasi ceruk atau kondisi pasar. Di samping itu, deskripsi buyers diperoleh real time sebagai basis penyusunan program penjualan Pelaku UMKM mudah dan cepat merespons permintaan melalui chatbot yang pembeli mengambil keputusan terhadap produk yang ditawarkan. Biaya promosi lebih tersedia dalam AIM. Informasi produk disajikan secara utuh sehingga memudahkan murah karena data dapat dianalisis lebih efektif dan kreatif. Distribusi konten promosi berbasis data menjangkau pasar lebih luas dan sesuai kebutuhan atau keinginan pembel AIM merupakan substitusi bagi unit layanan pelanggan sehingga biaya operasional lebih efisien. Keunggulan Al mendukung pembelajaran berkelanjutan sehingga pengguna mampu mengidentifikasi berbagai isu marketing terkini.

Setelah mengal mind iner tersebut, pindallah kode OR berikut untuk mengakses Seal-soal Remedial dan Pengayaan. Pilih dan kerjakan Soal-soal Pengayaan jika Anda tidak melihat kembali materi saat mengisi mind map Sebaliknya, apabila Anda masih melihat kembali materi, pilih dan kerjakan Soal-soal Remedial yang tersedia


Setelah memahami materi menyusun desain brief tentu Anda sudah mampu 1. Mendefinisikan makna desain brief dengan tepat.


2. Menerapkan desain brief untuk membuat proyek desain.


3. Mengaplikasikan perintah desain sesuai desain brief.


66


Profil Pelajar


Pancasila


Setelah mempelajari bab ini. Anda telah mampu mewujudkan dimensi profil pelaja Pancasila, di antaranya:


Bergotong royong


Mandiri


Kreatif


Melalui kegiatan kelompok dalam kegiatan menganalisis kebutuhan branding produk khususnya logo dan kemasan produk makanan UMKM, peserta didik dilatih bekerja sama dan bertukar pikiran untuk menganalisis, menyusun desain brief kebutuhan branding produk khususnya logo dan kemasan produk. (Ruang kolaborasi)


Melalui kegiatan mencari referensi untuk memperkaya wawasan dan kemampuan dalam membuat sebuah strategi kreatif dan konsep perancangan desain flyer promosi digital untuk sosial media dari produk pakaian bayi, peserta didik dilatih untuk mandiri dalam menghadapi permasalahan di bidang desain. (Aktivitas Mandiri)


Melalui kegiatan mencari referensi untuk memperkaya wawasan dan kemampuan dalam membuat sebuah strategi kreatif dan konsep perancangan desain flyer promosi digital untuk sosial media dari produk pakaian, peserta didik dilatih untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi permasalahan di bidang desain. (Aktivitas Mandiri)


Dengan mewujudkan dimensi profil pelajar Pancasila di atas, Anda diharapkan mampu menjadi pelajar yang berkarakter Pancasila. Selain itu, Anda juga telah menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam diri Anda selama pembelajaran.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Latihan.1 bab 2

Latihan.2 bab 3